Wilujeng Sumping, alias SELAMAT DATANG... di blog simkuring... moga-moga aya manfaat nu tiasa katampi... hapunten nu kasuhun... bilih aya nu teu kahartos...

Kang Yosep: "Idealis" menapaki "Realitas"


DATA MAHASISWA

No. NIM Nama Mahasiswa
1 09.0290 Abdul Malik
2 09.0267 Agus Salim
3 09.0292 Asep Haerudin
4 09.0282 Asep Saripin
5 09.0301 Basir Japidung
6 09.0259 Diman Zamil
7 09.0303 Ema Nurhasanah
8 09.0278 Fitri Indriani
9 09.0299 Galih Permana
10 09.0270 Ikrima Nisa Habibah
11 09.0275 Ismailia
12 09.0325 Maya Susanti
13 09.0324 Mira Nopita
14 09.0326 Rani Tri Lesmayanti
15 09.0260 Risa Apriani
16 09.0385 Sidiq Ginanjar
17 09.0300 Siti Nurul Hidayah
18 09.0328 Tedi Setiadi
19 09.0327 Toto Soni
20 09.0383 Winda Gustiani
21 09.0319 Wiwin Muspianti
22 09.0384 Yana Hadiana
23 09.0283 Yopi Sopiana
24 09.0265 Yosep Saeful Azhar Photobucket
25 09.0298 Endang Sudrajat
26 09.0316 Supian Munawar
27 Asep Al-Juhaeri
Showing posts with label Dasar-Dasar Kependidikan. Show all posts
Showing posts with label Dasar-Dasar Kependidikan. Show all posts

Saturday, March 27

Kuliah Sabtu

Kuliah tadi siang hanya diisi oleh dua mata kuliah; yaitu Ulum al-Quran dan Dasar-Dasar Kependidikan.

Materi Ulum al-Quran berlangsung melalui praktik buka kitab untuk menelusuri beberapa riwayat yang berkaitan dengan Asbab an-Nuzul.

Sedangkan Dasar-Dasar Kependidikan membahas bab keempat tentang "Peranan Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan.

Dalam makalah ini, saya akan kutipkan beberapa pernyataan atau uraian dari pembahasan tentang Peranan Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan.

Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan watak, budi pekerti dan kepribadian setiap manusia.

Adapun masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah pendidikan di lingkungan keluarga dan pendidikan di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat merupakan salah satu unsur pelaksana asas pendidikan seumur hidup.

Saturday, March 20

Pendidikan Seumur Hidup

Kuliah tadi siang, salah satunya adalah Mata Kuliah Dasar-Dasar Kependidikan.

Materi yang disajikan oleh kelompok diskusi adalah Pendidikan Seumur Hidup dan Implikasinya.

Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus-menerus (kontinyu) dari bayi sampai meninggal dunia.

Konsep pendidikan seperti ini, jika dilihat dari dimensi keagamaan, sesuai dengan konsep pendidikan dalam Islam yang menekankan berlangsungnya pendidikan mulai dari al-mahdi (ayunan ibu) sampai dengan al-lahdi (lubang kubur).

Tetapi ide pendidikan ini kemudian dipopulerkan oleh Paul Langrend dalam bukunya An Introduction to Life Long Education. Lalu konsepnya diambil alih oleh UNESCO.

Jika kita lihat ke dalam realitas kehidupan umat manusia, pendidikan seumur hidup mengacu kepada 3 klasifikasi pendidikan sebagaimana diurai oleh Philip H. Coombs yang meliputi; (1) pendidikan formal (pendidikan sekolah); (2) pendidikan non-formal (pendidikan luar sekolah yang dilembagakan); dan (3) pendidikan informal (pendidikan luar sekolah yang tidak dilembagakan).

Ada bermacam-macam dasar pemikiran yang menyatakan bahwa pendidikan seumur hidup sangat penting. Dasar-dasar pemikiran ini bermuara kepada 6 aspek, yakni; (1) Ideologis; (2) Ekonomis; (3) Sosiologis; (4) Politis; (5) Teknologis; (6) Psikologis dan Pedagogis.

Implikasi pendidikan seumur hidup, sebagaimana ungkapan Ananda W.P. Guruge, secara garis besarnya dapat dikelompokkan ke dalam 6 kategori sebagai berikut.
1. Pendidikan Baca Tulis Fungsional
2. Pendidikan Vokasional (kecakapan hidup)
3. Pendidikan Profesional.
4. Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan
5. Pendidikan Kewarga-negaraan dan Kedewasaan Politik
6. Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Luang.


Popular Posts

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan